1.
AGENT OF CHANGE
Sebagai perubahan, mahasiswa bertindak
bukan ibarat pahlawan yang datang ke sebuah negeri lalu dengan gagahnya
mengusir penjahat-penjahat, dengan gagah pula sang pahlawan pergi dari daerah
tersebut diiringi tepuk tangan penduduk setempat. Dalam artian kita tidak hanya
menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari perubahan
tersebut.
2.
IRON STOCK
Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa
diharapkan memiliki kemampuan, ketrampilan, dan akhlak mulia untuk menjadi
calon pemimpin siap pakai. Intinya mahasiswa itu merupakan asset cadangan, dan
harapan bangsa untuk masa depan.
3.
SOCIAL CONTROL
Peran mahasiswa sebagai social control terjadi ketika ada hal
yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat. Mahasiswa sudah selayaknya
memberontak terhadap kebusukan-kebusukan dalam birokrasi yang selama ini
dianggap lazim. Laju jika mahasiswa acuh dan tidak peduli dengan linkungan,
maka harapan seperti apa yang pantas di sematkan pada pundak mahasiswa
Berpikir
kritis adalah proses berpikir mental untuk menganalisis atau mengevaluasi
informasi. Informasi tersebut dapat didapatkan dari hasil pengamatan, pengalaman, akal sehat atau
komunikasi. Belajar untuk berpikir kritis berarti menggunakan proses-proses mental,
seperti memperhatikan, mengkategorikan, seleksi dan menilai atau memutuskan.
1.
Apatis, cuek atau
acuh tak acuh, dengan seseorang tidak tanggap atau “cuek” terhadap aspek
emosional, sosal, atau kehidupan fisik.
2.
Skeptis, sikap
sinisme terhadap sesuatu, sikap yang meragukan sesuatu sebelum yang bersankutan
mencoba, membuktikan, dan mempelajarinya terlebih dulu atau saudara dalam
teminologi islam.
3.
Kritis, sesudah
adiran pemikiran yang menekankan perubahan penilaian respektif dan kritik dari
masyarakat dan budaya dengan menerapkan pengetahuan dari ilmu ilmu sosial.
4.
Pengamatan.
5.
Pernyataan
seseorang.
Berpikir
Logis :
Proses berpikir dengan menggunakan
logika, rasional. Gegabah, adalah proses bepikir tanpa menggunakan logika dulu.
1.
Sembrono, kurang
hati-hati, gegabah.
2.
Lalai, jikapun ad
sebuah kewajiban orang itu kurang hati-hati atau tidak mengidahkan.
3.
Egabah, pola pikir
kita tanpa logka, dan menerapkan aksi tersebut.
Kesalahan-kesalahan
berpikir :
1.
Terpengaruh emosi.
2.
Ambigu.
3.
Data tidak sesuai.
4.
Over generation.
Sumber
Infomas – Motivator – Fasilitator – Evaluator – Persepsi – Pola Pikir –
Keputusan.
Mahasiswa
yang bergerak itu : mendengar – bepikir – mental – berbicara – bergerak.
“Stop Berbicara Dengan Muka Amanah,
Tunjukan Dengan Gerakan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar