Sabtu, 19 Desember 2015

BERFIKIR KRITIS



1.      AGENT OF CHANGE
Sebagai perubahan, mahasiswa bertindak bukan ibarat pahlawan yang datang ke sebuah negeri lalu dengan gagahnya mengusir penjahat-penjahat, dengan gagah pula sang pahlawan pergi dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan penduduk setempat. Dalam artian kita tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari perubahan tersebut.

2.      IRON STOCK
Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan memiliki kemampuan, ketrampilan, dan akhlak mulia untuk menjadi calon pemimpin siap pakai. Intinya mahasiswa itu merupakan asset cadangan, dan harapan bangsa untuk masa depan.

3.      SOCIAL CONTROL
Peran mahasiswa  sebagai social control terjadi ketika ada hal yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat. Mahasiswa sudah selayaknya memberontak terhadap kebusukan-kebusukan dalam birokrasi yang selama ini dianggap lazim. Laju jika mahasiswa acuh dan tidak peduli dengan linkungan, maka harapan seperti apa yang pantas di sematkan pada pundak mahasiswa

Berpikir kritis adalah proses berpikir mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut dapat didapatkan dari hasil  pengamatan, pengalaman, akal sehat atau komunikasi. Belajar untuk berpikir kritis berarti menggunakan proses-proses mental, seperti memperhatikan, mengkategorikan, seleksi dan menilai atau memutuskan.
1.      Apatis, cuek atau acuh tak acuh, dengan seseorang tidak tanggap atau “cuek” terhadap aspek emosional, sosal, atau kehidupan fisik.
2.      Skeptis, sikap sinisme terhadap sesuatu, sikap yang meragukan sesuatu sebelum yang bersankutan mencoba, membuktikan, dan mempelajarinya terlebih dulu atau saudara dalam teminologi  islam.
3.      Kritis, sesudah adiran pemikiran yang menekankan perubahan penilaian respektif dan kritik dari masyarakat dan budaya dengan menerapkan pengetahuan dari ilmu ilmu sosial.
4.      Pengamatan.
5.      Pernyataan seseorang. 

Berpikir Logis :
            Proses berpikir dengan menggunakan logika, rasional. Gegabah, adalah proses bepikir tanpa menggunakan logika dulu.
1.      Sembrono, kurang hati-hati, gegabah.
2.      Lalai, jikapun ad sebuah kewajiban orang itu kurang hati-hati atau tidak mengidahkan.
3.      Egabah, pola pikir kita tanpa logka, dan menerapkan aksi tersebut.
Kesalahan-kesalahan berpikir :
1.      Terpengaruh emosi.
2.      Ambigu.
3.      Data tidak sesuai.
4.      Over generation.

Sumber Infomas – Motivator – Fasilitator – Evaluator – Persepsi – Pola Pikir – Keputusan.
Mahasiswa yang bergerak itu : mendengar – bepikir – mental – berbicara – bergerak.

“Stop Berbicara Dengan Muka Amanah, Tunjukan Dengan Gerakan.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar